Coming soon
Sabtu, 12 Januari 2019
Pengalaman kuliah di jurusan Arsitektur. Pernah berpikir : Kayaknya aku salah jurusan deh
Apakah kamu dalam fase bertanya pada diri sendiri : Aku kayaknya salah memilih jurusan arsitektur. Aku arsitektur tapi tidak bisa sketsa. Gambar sketsaku jelek dan berantakan. Garisku miring. Kok struktur dan konstruksi itu membingungkan? Bangunanku terlalu kaku. Aku tidak bisa berimajinasi. Aku terlalu rasional. Aku bukan seniman!!
Jika salah satu atau semua hal di atas benar, sini aku bisikin : aku juga pernah.
Jumat, 11 Januari 2019
Biarkan semesta bekerja
Bangun pagi di beberapa hari ini belakangan ada perasaan kosong. Dua hari merenung coba mengurai apa yang terjadi sehingga alam bawah sadar tersetting : unmood.
Setelah melihat foto 7 tahun lalu saya tersadar. Saya telah menyelesaikan target hidup yang telah saya buat 8 tahun lalu. Target yang membuat saya tetap berarti, dihargai dan menghargai hidup. Belajar formal.
Sekarang sekolah formal telah berakhir. Tapi sekolah kehidupan baru akan dimulai. Dulu hanya dituntut selesaikan sekolah tepat waktu. Sekarang, Lebih menakutkan membayangkan wajah-wajah orang yang penuh tuntutan karir, budi dan akhlak. Penilaian manusia tidak semua hal harus dipedulikan, cukup beberapa rasional untuk dicapai. There are so many toxic people out there. Keep your mental stabil!! Sumber ketidaksehatan mental manusia adalah kegagalan menafsirkan keinginan orang lain
Agar tetap merasa terisi dan berarti saya harus tahu dan buat target saya sekarang. Tapi cara pertama menentukan target adalah : Tawakkal. Berserah diri. Semoga gerak langkahku diarahkan menuju sebuah oencapaian baru.
Ada target kamu yang membuat dan kamu yang melaksanakan. Ada pula hal yang mutlak milik Allah, Dia yang membuat dan biarlah saya jadi algojo bagi diri saya sendiri.
Halo semesta!
Selamat datang Aku, lama tak berbagi kisah.
Tarik nafas dulu, kamu sedang lelah-lelahnya kan? Baru saja bergelut dengan pendidikanmu. Tenangkan diri, kamu berhak berleha-leha sejenak.
Untuk tamu aku yang sedang membaca, terimakasih telah memberikan aku waktu berhargamu. Hari ini ibarat secangkir teh saja yang aku sajikan. Belum ada biskuit renyah. Ibarat seorang pelancong yang baru tiba di rumah. Biarkan aku menarik nafas sejenak sebelum memulai kisahku. Berpalinglah sejenak, tunggu.
How to steal you.
Tadinya, gue yang mau nyediain bahu buat dia menumpahkan kisahnya. Entah mengapa malam ini tepat seminggu awal bertemu justru gue yang bersa...